Gelar nasional di kelas ITCR 1.200 menjadi puncak dari perjalanan panjang Honda Racing Indonesia sepanjang musim 2025 — dari Mandalika, HRI membawa pulang lebih dari sekadar trofi.
Honda Racing Indonesia menutup musim balap mobil nasional 2025 dengan capaian penting setelah Avila Bahar memastikan gelar juara nasional di kelas ITCR 1.200. Gelar ini menjadi salah satu pencapaian utama HRI dalam rangkaian Mandalika Festival of Speed di Pertamina Mandalika International Circuit.
Bagi HRI, keberhasilan Avila bukan hanya hasil dari satu balapan penentu. Gelar nasional 2025 merupakan rangkaian dari proses panjang sepanjang musim: konsistensi pengumpulan poin, ketepatan strategi race weekend, kesiapan teknis Honda Brio, serta kemampuan pembalap dalam membaca tekanan di lintasan.
Sepanjang musim 2025, Avila Bahar menunjukkan karakter balap yang stabil dan terukur. Ia tidak hanya dituntut tampil cepat, tetapi juga harus menjaga ritme, membaca pergerakan kompetitor, dan memastikan setiap putaran menghasilkan poin yang berarti.
Final round di Mandalika menjadi panggung penting untuk mengonfirmasi hasil kerja sepanjang musim.
— Avila Bahar, Honda Racing IndonesiaAvila mampu melewati tekanan tersebut dengan pendekatan yang tenang, menjaga fokus, dan tetap berada dalam ritme balap yang dibutuhkan untuk mengunci gelar. Start, manajemen ban, jarak dengan kompetitor, dan komunikasi dengan tim menjadi bagian krusial yang dijaga dengan baik.
Race weekend penentu di Mandalika menuntut HRI untuk bekerja dengan kalkulasi yang presisi. Tim tidak hanya mengejar hasil tercepat, tetapi juga memastikan setiap langkah tetap aman untuk target kejuaraan.
Strategi tidak selalu berarti menyerang sejak awal. Terkadang strategi terbaik adalah menjaga posisi, mempertahankan pace, dan menghindari risiko yang tidak perlu — terutama ketika gelar kejuaraan sudah dalam jangkauan.
Dengan karakter Honda Brio yang lincah dan responsif, Avila memiliki modal kuat untuk menjaga posisi di sektor teknikal Mandalika. Setiap pengereman, perpindahan racing line, dan akselerasi keluar tikungan menjadi bagian dari proses menjaga momentum sepanjang lomba.
Gelar Avila Bahar tidak berdiri sendiri. Dalam musim yang sama, HRI diperkuat oleh struktur pembalap dan tim yang solid. Alvin Bahar membawa pengalaman melalui Honda Civic Type R di kelas ITCR 3.600, sementara Andri Abirezky memperkuat daya saing HRI di ITCR 1.200.
Dari garasi, pit wall, engineering, hingga komunikasi antar pembalap — semua elemen memiliki peran dalam menjaga performa sepanjang musim. Dalam motorsport Indonesia yang semakin profesional, kekuatan kolektif menjadi pembeda penting antara tim yang hanya cepat dan tim yang mampu menjadi juara.
Dari Mandalika, Honda Racing Indonesia membawa pulang lebih dari sekadar gelar — tim membawa cerita tentang konsistensi, kerja keras, dan semangat untuk terus melanjutkan perjalanan balap Honda di Indonesia dengan standar yang semakin tinggi.